Seminar Nasional Literasi Media Digital, Sinshe Lim Suriady Tampil jadi Pembicara

 In berita
flyer anti hoax
sinshe lim sebagai pembicara di seminar anti hoax

Literasi Media Digital Mahasiswa Anti Hoax

Sinshe Lim kembali di undang oleh Program Vokasi Komunikasi (Vokom) Universitas Indonesia. Kali ini beliau selaku praktisi kesehatan berbicara dalam Seminar Nasional “Literasi Media Digital, Mahasiswa Anti Hoax. Kegiatan yang dihadiri lebih dari 350 peserta dari berbagai universitas di Jakarta itu di buka oleh ketua Program Studi Vokom UI,. Devie Rahmawati.Bertempat di Auditorium Vokasi UI, kegiatan seminar tersebut juga menghadirkan Ketua KPI Pusat, Yuliandre Darwis; PR &Digital Branding Expert, Romano Bhaktinegara; Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia, Auri Jaya dan Dosen Vokasi Komunikasi UI, Reksa Herlambang yang juga berperan sebagai moderator pada acara tersebut.

Devie menuturkan tentang pentingnya kegiatan tersebut mengingat badai Hoax yang menerjang seluruh sendi kehidupan politik, sosial, kesehatan, sains, keuangan, bencana alam dan lainnya. Menurut wanita yang pernah menempuh studi di Swansea, Inggris ini, badai Hoax terjadi karena berdasarkan studi, Hoax beredar lebih banyak dan luas dibandingkan informasi yang benar. Maka dari itu ia berharap para mahasiswa menjadi promotor dari pesan –pesan positif agar dapat melampaui jumlah hoax yang terus diproduksi.

pembicara seminar anti hoax

“Setelah merangkum berbagai hasil kajian di dunia tentang bagaimana menghalau hoax, kami menarik kesimpulan bahwa diperlukan lebih banyak sosok pribadi mahasiswa yang SABAR yaitu Selalu menahan diri untuk meyebarkan sebuah berita dan melakukan verifikasi. Amati setiap berita yang diterima, tidak langsung dikonsumsi.” Ujar Devie Rahmawati.

Devie yang merupakan dosen teladan versi Aspikom tahun 2018 itu juga menyerukan kepada semua audience yang hadir untuk berani menyuarakan kepada orang lain agar lebih berhati – hati dalam menyebarkan berita, aktif mengupdate informasi dan teknologi yang ada, sehingga tidak mudah terbawa arus Hoax. Setiap orang perlu unuk merancang jejak digital yang positif dan produktf sehingga tidak memberikan tempat pada hoax.

Menurut Auri Jaya sampai hari ini belum ada aturan atau kode etik yang mengatur tentang hoax. Menambahkan pernyatan Airu Jaya, Yuliandre selaku ketua KPI menyatakan bahwa lembaga yang dipimpinnya hanya mengatur dunia penyiaran. Untuk informasi dari platform internet masih dianggap sulit diaudit. Yuliandre juga memaparkan bahwa setiap sanksi yang diberikan KPI dimaksudkan agar terjadinya peningkatan dan dilakukannya perbaikan, bukan untuk menghalangi kreatifitas.

Sedangkan Romano mengingatkan bahwa generasi sekarang sebaiknya tidak hanya fokus pada gawai dan melupakan lingkungan sekitar, generasi milenia harusnya juga dapat memfokuskan diri untuk lebih banyak menyambung silahturahim.

Selaras dengan yang disampaikan Romano, Sinshe Lim berpendapat bahwa mahasiswa harus dapat memiliki sikap yang cermat, analisis dan antisipatif, agar dapat membendung pengaruh hoax karena mahasiswa merupakan tulang punggung masyarakat dan Negara.

Recent Posts
Pesan Singkat

Silahkan hubungi kami untuk konsultasi dan pemesanan CIAK PO

Not readable? Change text. captcha txt